Postingan

Day#2. Menginap di Kandang Domba.

Gambar
Catatan perjalanan tanggal 24 Desember 2015,  Pagi itu kami masih di penginapan yang letaknya di pinggiran kota Bumiayu, lebih tepatnya di lingkar luar kota Bumiayu.  Pagi-pagi kami sudah bangun segar sekali rasanya, apalagi setelah merasakan kemacetan kemarin sore yang memaksa kami menginap di pinggiran kota. Kami  secara bergiliran mandi dan dilanjutkan sarapan dengan menu standar di penginapan pinggir kota, yaitu nasi goreng dan teh manis hangat.  Penginapan kami menghadap ke arah barat daya dan kamarnya terletak disisi kiri penginapan kalau kita menghadap kearah jalan. Jadi jendela kamar menghadap ke arah tenggara, sehingga saat jendela terbuka akan ada sinar matahari pagi dari sebelah kiri. Dan sungguh luar biasa, pemandangan sawah-sawah dengan pepadian muda yang masih hijau ditambah sinar matahari pagi yang masih agak kemerahan menambah segar dan indahnya pagi itu. Namun jangan mencoba untuk menengok kearah kanan karena akan terlihat jalan di depan penginapan m...

Menuju Rumah Bunda 2015, #1, sebuah catatan perjalanan

Gambar
  Menuju Rumah Bunda #1 Pagi itu tepatnya tanggal 23 Desember 2015, kami bangun pagi-pagi sekali. Kami berencana memulai perjalanan untuk menyusuri beberapa kota di Jawa Barat, Jawa tengah dan DIY. Namun tidak seperti pada tahun-tahun sebelumnya, pada tahun ini kami akan mengunjungi beberapa tempat Ziarah sebagai penghormatan kepada bunda Maria. Rute perjalanan dan perbekalan sudah kami persiapkan jauh-jauh hari sebelumnya. Termasuk nanti perkiraan akan menginap dimana? dikota apa? dan tentu saja P3K. Setelah memasukkan perbekalan dan perlengkapan lainnya kami sarapan pagi seadanya. Sebelum berangkat kami berdoa agar selama perjalanan dari berangkat sampai pulang kembali ke Bogor diberi keselamatan. Kira-kira pukul 06:20 pagi kami berangkat, dengan dipandu aplikasi yang populer dikalangan ' over the land traveler ' yaitu Waze, kami berangkat dengan perasaan suka cita, jalan pelan-pelan sambil mengingat-ingat barangkali ada perbekalan yang kelupaan. Perjalanan melalui tol Jagora...

Keributan kecil di hari minggu dan Jas Pernikahan - sebuah kenangan

Keributan Kecil di Hari Minggu dan Jas Pernikahan By  Bambang Budi  on  Sunday, 23 November 2014 at 22:43   Kehidupan kami yang terpisah dengan orang tua akhirnya memaksa kami untuk menjalani ritual pulang melepas kangen sekaligus mendapatkan tambahan pasokan uang saku hampir setiap 2 minggu sekali. Saat balik dari Solo menuju ke kampung halaman merupakan saat2 yang menyenangkan dan ditunggu-tunggu namun tidak demikian di minggu siangnya saat menjelang kembali ke Solo. Rasanya enggan meninggalkan kampung halaman dan berpisah lagi dengan orang tua yang belum habis melepas rindu. Hal tidak enak lainnya adalah tidak jarang ada keributan kecil karena permintaan uang saku diluar jadwal. Memerlukan proses yang panjang untuk meminta tambahan uang sakuj bahkan kadang disertai air mata. Paling tidak itulah yang saya lihat saat aku di SD dan masih tinggal dengan orang tua di kampung. Kejadian dan suasana di hari minggu tersebut tidak hanya sekali terjadi karenanya jelas sekali...

My Run

Sumunarin Lintang

Gambar
Thole.. mreneo.. Rungokno... Kowe yen wis gede pengin dadi opo?.. Kowe ngerti artine urip? Urip iku urup (menyala) lan hanguripi (menghidupi), migunani tumrap wong liyo Dadi.. Yen kowe dadi lintang yo dadio lintang sing sumunar, sing padang Yen dadi angin yo angin sing marai ademing pikir Yen dadi gulo yo sing legi Yen dadi uyah yo sing asin Yen dadi teplok yo teplok sing ono lengane, sing sumbune iso murup madangi liyan Yen dadi banyu yo banyu sing bening Lee.... Lha kok malah merem Yowis sesuk wae diterusake, turuo kono, ojo lali ndonga, matur nuwun marang gusti dalam bahasa Indonesia : Anakku…. kesinilah dengarkan Kamu kalau sudah besar ingin menjadi apa?… Tahukan kamu maknanya  “hidup”   i Hidup itu menyala bersinar, menghidupi -memberikan hidup-, atau berguna bagi orang lain (sebuah lampu tidak ada gunanya kalau tidak bisa menyala, tidak bersinar dan tidak memberi terang pada yang lain ) Jadi Kalau engkau menjadi bintang, jadilah bintang yang bersinar, ...

Are We Lost.... sebuah renungan

Gambar
Are We Lost..  Apakah kita sedang tersesat... Perubahan Ada candaan yang kerap terdengar, disunia ini apa yang tidak pernah berubah?... Jawabannya adalah "Perubahan". Memang tidak bisa dipungkiri, selama bumi masih berputar atau bahkan setelah bumi berputarpun, perubahan akan selalu terjadi. Kearah mana perubahan itu? Berubah ke arah yang lebih baik atau ke arah lebih buruk? Mungkin saja baik bagi sebagian orang tetapi buruk bagi sebagian orang yang lain... siapa yang menentukan arah perubahan...? Perubahan Iklim, Pemanasan Globaal, efek rumah kaca, Sampah...Banjir... VUCA  dan yang hanya sedikit mempersoalkan adalah...  Dehumanisasi manusia... degradasi kemanusiaan terhadap sesama... apakah semua itu terjadi dengan sendirinya? Perubahan Iklim VUCA Volatility — Everything is moving fast. Things around us are changing faster than ever. We have unleashed exponential developments in technology, environment and consciousness that are now only beginning to unfold. The amount o...

Doa Jalan Salib Bersama Bunda Maria

DOA JALAN SALIB BERSAMA BUNDA MARIA P :Dalam Nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus. U :Amin. Pengantar Saudara – saudari yang terkasih, dalam kehidupan di dunia ini kita juga mengalami penderitaan, kejatuhan, luka, penolakan, hukuman, kematian, penguburan, dan kebangkitan. Pada hari ini kita berkumpul bersama untuk merenungkan sengsara Tuhan Yesus yang menderita sampai wafatnya di kayu salib melalui jalan salib sebagai pengganti ziarah kita ke Yerusalem. Dengan mengenangkan kembali sengsara Tuhan kita Yesus Kristus, kita diharapkan makin menyadari betapa besar kasih Allah kepada kita. Maria, Bunda-Nya. Dengan harapan setelah keluar dari ziarah rohani ini, kita dapat tumbuh lebih dekat dan memiliki cinta yang ikhlas kepada Tuhan kita Yesus Kristus dan juga kepada sesama kita. Doa Pembuka (Bersama-sama ) Ya Allah, kerahiman-Mu tiada batas. Dalam diri Putera-Mu, Yesus Kristus Engkau berkenan merendahkan diri untuk melayani. Yesus telah menjadi teladan hidup kami. Ajarilah...